Selasa, 06 Desember 2011

PROPOSAL TAK STIMULASI PERSEPSI UMUM

TERAPI AKTIFITAS KELOMPOK

I . TOPIK : TAK STIMULASI PERSEPSI UMUM
SESI 1 : MENONTON TELEVISI


II. TUJUAN

1.      TUJUAN UMUM
     Klien mempunyai kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang diakibatkan oleh paparan stimulus kepadanya
2.      TUJUAN KHUSUS
a.       Klien mampu memyebutkan apa yang dilihat
b.      Klien dapat memberikan pendapat terhadap acara tv/video yang ditonton
c.       Klien dapat memberikan tanggapan terhadap pendapat klien lain



III. LATAR BELAKANG
      Pada pasien gangguan jiwa dengan kasus schizoprenia selalu diikuti dengan gangguan persepsi sensori; halusinasi. Terjadinya halusinasi dapat menyebabkan klien menjadi menarik diri terhadap lingkungan sosialnya, hanyut dengan kesendirian dan halusinasinya sehingga semangkin jauh dari sosialisasi dengan lingkungan disekitarnya.
Atas dasar tersebut maka kami menganggap dengan therapy aktivitas Kelompok (TAK) klien dengan gangguan presepsi sensori dapat tertolong dalam hal sosialisasi dengan lingkungan sekitarnya, tentu saja klien yang mengikuti terapi ini adalah klien yang sudah mampu mengontrol dirinya dari halusinasi sehingga pada saat TAK klien dapat berkerja sama dan tidak mengganggu angota kelompok yang lain.

IV. KRITERIA KLIEN
1.      Klien  dengan masalah stimulasi persepsi
2.      Klien sudah kooperatif

V. PROGRAM SELEKSI
  Klien yang dapat mengikuti TAK didapatkan dari :
a.       Berdasarkan pasien kelolaan mahasiswa (kelompok)
b.      Berdasarkan seleksi kelompok
c.       Berdasarkan rekomendasi dari perawat ruangan


VI. URAIAN STRUKTUR KELOMPOK
a.       Tempat                  : RSJ Soeharto Heerdjan Jakarta, Ruang Nuri
b.      Hari/tanggal            : Selasa/ 6 desember 2011
c.       Waktu                   : 09.00 – 09.45 WIB
d.      Pengorganisasian   :
Leader             : BUDI UTOMO
Tugasnya: sebagai pembuka acara, mengontrol TAK dan sebagai  pembawa acara selama kegiatan TAK
Co leader         : NOVIANA
Tgasnya: Membantu leader mengarahkan dan mengontrol jalannya TAK
Fasilitator         : AYU WANDIRA, EMI SURYATI
Tugasnya: Mempersiapkan alat,tempat,dan klien
Observer          : ASTUTI
Tugasnya: Memantau dan mengevaluasi hasil selama TAK berlangsung, dari awal kegiatan sampai proses TAK selesai

VII. SETTING TEMPAT 
1.      Terapis dan klien duduk bersama setengah lingkaran menghadap tv
 2.   Ruangan nyaman dan tenang

VIII.  ALAT
1.      Televisi dan/atau video player
2.      Kaset video
3.      Buku catatan dan pulpen
4.      Jadwal kegiatan klien

IX. METODE
1.      Dinamika kelompok
2.      Diskusi dan tanya jawab



X. RENCANA PELAKSANAAN
NO
Terapi
Waktu
Subyektif terapi
1
Persiapan :
a.       Menyiapkan ruangan
b.      Menyiapkan alat
c.       Menyiapkan pasien
10 menit
Ruangan,alat,klien
2
Proses:
a.       Membuka proses TAK : mengucapkan salam, memperkenalkan kelompok
b.      Memjelaskan kepada klien tujuan TAK
c.       Melaksanakan TAK
d.      Mengevaluasi respon klien

2 menit



8 menit

10 menit
10 menit




a.       Menjawab salam


b.      memperhatikan

c.       mengikuti TAK

d.      klien mengungkapkan perasaannya
3
Penutup
Menyimpulkan dan mengucapkan salam
5 menit
a.       memperhatikan
b.      menjawab salam

XI.  LANGKAH KEGIATAN
1. persiapan
a. memilih dan membuat kontrak dengan klien sesuai dengan indikasi : klien perubahan sensori persepsi dan klien menarik diri yang telak mengikuti TAKS
           b. mempersiapkan alat dan tempat pertemuan
2. orientasi
           a. salam teraupetik
               1. salam dari terapis
               2. perkenalan nama, dan panggilan terapis
               3. menanyakan nama dan panggilan semua klien
           b. evaluasi/validasi
               1. menanyakan perasaan klien saat ini
               2. menanyakan masalah yang dirasakan
           c. kontrak
              1. menjelaskan tujuan kegiatan , yaitu menoton tv dan bercakap-cakap tentang tv yang ditonton.
             2. menjelaskan aturan main berikut.
·        Jika ada klien yang ingin meninggalkan kelompok, harus meminta izin kepada terapis
·        Lama kegiatan 45 menit
·        Klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai

3.      Tahap kerja
a.       Tentukan acara televisi yang menarik dan mudah dimengerti oleh klien
b.      Beri kesempatan bagi klien untuk menonton acara tv selama 10 menit dan setelah itu TV dimatikan
c.       Tanyakan pendapat seorang klien mengenai acara TV yag telah ditonton
d.      Tanyakan pendapat klien lain terhadap pendapat klien sebelumnya
e.       Berikan pujian / penghargaan atas kemampuan klien memberi pendapat
f.       Ulangi c,d dan e sampai semua klien mendapat kesempatan
g.      Beri kesimpulan tentang acara TV yang ditonton
4.      Tahap terminasi
a.       Evaluasi
1.      Terapis menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK
2.      Terapis memberikan pujian atas keberhasilan kelompok
b.      Tindak lanjut
1.      Menganjurkan klien untuk melatih kempampuan mempersepsikan tanyangan TV tertentu dan mendiskusikannya pada orang lain
2.      Membuat jadwal nonton TV
c.       Kontrak yang akan datang
1.      Menyepakati kegiatan TAK yang akan datang
2.      Menyepakati waktu dan tempat

XII. EVALUASI dan DOKUMENTASI
            Evaluasi
            Evaluasi dilakukan saat proses TAK berlansung, khususnya pada tahap kerja. Aspek yang dievaluasi adalah kemampuan klien sesuai dengan tujuan TAK. untuk TAK stimulasi persepsi umum, sesi 1 kemampuan yang diharapkan adalah memberi pendapat tentang acara TV, memberi tanggapan terhadap pendapat klien lain dan mengikuti kegiatan sampai selesai. Formulir evaluasi sebagai berikut.


SESI 1 : TAK
STIMULASI PERSEPSI UMUM
Kempampuan persepsi : Menonton TV


No
Aspek yang dinilai

Nama Klien









1
Memberi pendapat tentang acara TV








2
Memberi tanggapan terhadap pendapat klien lain








3
Mengikuti kegiatan sampai selesai









Petunjuk :
1.      Dibawah judul nama klien, tulis nama panggilan klien yang ikut TAK
2.      Untuk tiap klien, semua aspek dinilai dengan memberi tanda-tanda jika diemukan pada klien atau  x jika tidak ditemukan
Dokumentasi
Dokumentasikan kemampuan yang dimiliki klien ketika TAK ada catatan proses keperawatan tiap klien. Contoh catatan :klien mengikuti TAK stimulasi persepsi (TV), klien mampu dan benar memberikan pendapat tentang acara TV, tetapi belum memberi tanggapan pada pendapat klien lain. anjurkan menonton TV bersama klien lain dan bercakap-cakap tentang acara TV (buat jadwal).